Sejarah

  • Whatsapp

Kesatuan Organisasi Serbaguana Gotong Royong (KOSGORO 1957) lahir pada tanggal 10 November 1957 atas prakarsa Mas Isman dan teman-teman TRIP Jawa Timur. Pada awalnya KOSGORO berbentuk Gerakan Koperasi kemudian berkembang dalam bentuk organisasi ” golongan karya ” yang berorentasi kekaryaan dan menjadi salah satu pendiri KINO sekaligus anggota Sekber GOLKAR dan sekarang menjadi Partai GOLKAR dan KOSGORO turut serta aktif dalam suasana perubahan itu. Latar belakang kelahiran tersebut pada survei adalah upaya politik yang ingin mencoba kembali ” krenteg ” para pemuda pejuang seperti ketika masih aktif dalam medan pertempuran merebut dan kemerdekaan,

Dalam kurun waktu berikut, KOSGORO sebagai sebuah organisasi juga tidak pernah sunyi sebagai gangguan baik internal maupun eksternal dan itu lah yang membuat pasang perjalanan perjalanan KOSGORO hingga MUBES VIII Tahun 2000. KOSGORO pernah sebagai “Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong ” pula pernah ” Koperasi Serba Guna Gotong Royong ” dan pada akhirnya menjadi ” Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong ” yang semuanya berada pada singkatan yang sama yaitu; ” KOSGORO ”, bahkan BAMUHAS (Badan Musyawarah Pengusaha Swasta). penguasa ” saat itu untuk membubarkan KOSGORO.

Di era reformasi tepatnya pada MUBES VIII Tahun 2000 di Jakarta (termasuk pada MUBES lanjutan) gangguan tersebut semakin kuat yaitu adanya gerakan sistematis berupa pengingkaran sekaligus upaya mengaburkan makna hakiki dan keberadaan fundamental KOSGORO. Gerakan tersebut memuat pengingkaran KOSGORO dalam prespektif demokrasi dengan menjadikan forum tertinggi di MUBES VIII tersebut menjadi ajang “anti demokrasi” dan pemurnian “mandiri” dalam perjuangan. Gerakan tersebut juga memuat pengkaburan KOSGORO dalam prespektif kesejarahan dengan mencoba KOSGORO tidak lagi sebagai pendiri partai GOLKAR dengan mencoba berpengalaman organisasi KOSGORO tidak memiliki organisasi dengan partai politik dan kegiatan sosial politik.

1957 yang dideklarasikan itu bukan sekedar kelanjutan dari KOSGORO yang didirikan pada tanggal 10 November 1957 tetapi merupakan tekad untuk mengembalikan hakekat sebenarnya kemurnian cita-cita KOSGORO mengemudi diawal kelahirannya. Dengan demikian KOSGORO 1957 tetap berpegang teguh pada semangat Doktrin Perjuangan Tri Dharma KOSGORO 1957 Pengabdia-Kerakyatan-Solidaritas yang merupakan butir mutiara pemikiran Mas Isman dalam Pedoman Perjuangan KOSGORO yang terus melekat dan mewarnai dinamika organisasi masa lalu masa kini 9 dan masa datang. Perspektif yang lebih hakiki maka Tri Dharma KOSGORO 1957 adalah sebuah perjuangan dan marwah pengabdian KOSGORO 1957.

Pengabdian: adalah semangat perjuangan yang menjadi andalan dan waktak kader untuk berjuang dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih dalam memberikan dharma bahkti kepada tanah air, bangsa dan Negara. Bagi kader KOSGORO 1957 yang dianggap sebagai obor perjuangn yang tak kunjung padam seperti yang telah dicontohkan oleh perjuang kemerdekaan dan para pendiri organisasi. Dimensi pengabdian ini disamping memiliki tanggung jawab vertikal kepad Al Kalik Maha Pencipta juga memiliki dimensi horizontal yaitu kepada umat manusia.

Kerakyatan: adalah semangat perjuangan yang bertumpu pada jiwa dan aspirasi rakyat menjadi sumber kekuatan bangsa sekaligus menjadi sumber kekuatan organisasi KOSGORO 1957 lahir karena kehendak rakyat, besar karena selalu bersama rakyat dan tidak akan pernah lelah memperjuangkan rakyat. Bagi KOSGORO 1957, rakyat adalah nafas kehidupan dan penderitaan adalah pesan suci yang selalu, membangkitkan semangat perjuangan dalam mengangkat harkat dan martabat mereka.

Solidaritas: semangat perjuangan yang berintikan rasa senasib sepenanggulangan dengan rakyat melahirkan kerja sama yang harmonis antara kader dan rakyat dalam setiap derap kehidupan. Bagi KOSGORO 1957 kerja keras menuju terwujudnya cita-cita nasional bangsa Indonesia merupakan panggilan luhur dan tugas yang beramat mulia.

Ruh perjuang KOSGORO 1957 Pengabdian-Kerkayatan-Solidaritas dan suasana bathin berupa pesan kesejarahan seperti tersebut diatas mengharuskan kita untuk melahirkan refleksi perjuangan organisasi dalam bentuk visi dan misi untuk menjawab dinamika dan denyut nadi kehidupan masyarakat.

Visi KOSGORO 1957 adalah cita-cita organisasi yang akan diwujudkan dimasa depan dan selalu menjadi sumber motivasi, inspirasi dan arah perjuangan kader dalam setiap perilaku dalam derap perjuangannya. Pemahaman atas visi KOSGORO 1957 berupa pengamalan setiap kader untuk berjuangan dan bekerja tanpa pamrih, mengedepankan kepentingan dan kerakyatan moral serta selalu membangun solidaritas kader dan solidaritas rakyat.

Misi KOSGORO 1957 merupakan tanggung jawab organisasi dalam melaksanakan perjuangan sehingga dapat terwujud cita-cita perjuangan organisasi disegala bidang sejalan dengan visi perjuangannya. Pemahaman terhadap misi perjuangan ini adalah tanggung jawab untuk membangun KOSGORO 1957 sebagai organisasi terbuka yang demokrastis, mampu menyerap, mampu menyerap, memadukan dan memperjuangkan aspirasi rakyat membuka diri terhadap berbagai pikiran, aspirasi dan kritik baik dalam prespektif politik, pendidikan, ekonomi dan sebagainnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *